Lokalpress.id, Sleman – Menjelang akhir 2025, sebuah kegiatan berbasis wellness digelar di kawasan Candi Sambisari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bertajuk Harmoni Alam dan Jiwa: Yoga & Meditasi Candi Sambisari, kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi akhir tahun yang memadukan praktik kebugaran holistik, meditasi, dan pengenalan warisan budaya.
Acara tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, mulai pukul 14.30 hingga 19.30 WIB. Candi Sambisari dipilih sebagai lokasi karena nilai historis dan kedekatannya dengan alam. Situs peninggalan Mataram Kuno ini berada sekitar enam hingga tujuh meter di bawah permukaan tanah dan dikenal sebagai candi yang pernah terkubur selama ratusan tahun sebelum ditemukan kembali pada 1966.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penelusuran kawasan candi. Peserta diajak menyusuri area candi induk dan candi perwara, sekaligus mengenal struktur bangunan, ikonografi arca, serta kisah penemuan dan pemugaran Candi Sambisari. Sesi ini juga membuka ruang diskusi mengenai konteks sejarah dan budaya situs tersebut.
Setelah penelusuran kawasan, peserta mengikuti sesi Yoga Dewata Nawa Sanga yang dipandu oleh Ketut Artana, Ketua Persatuan Praktisi Yoga Bhakti Nusantara (PPYBN) DIY. Yoga ini mengacu pada konsep Dewata Nawa Sanga, yang memandang sembilan penjuru mata angin sebagai manifestasi Ilahi yang juga diyakini hadir dalam tubuh manusia. Praktik dilakukan melalui teknik pernapasan, meditasi, dan penyelarasan energi dasar, dengan fokus pada keseimbangan batin dan kesadaran spiritual.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi journaling dan slow art bersama Fransisca Wulandari, konselor sekaligus pendiri Talk Mental Health ID. Dalam sesi ini, peserta diajak mengekspresikan pengalaman dan emosi melalui tulisan serta karya seni sederhana.
Pendekatan yang digunakan bersifat inklusif dan reflektif, tanpa menekankan hasil visual, melainkan proses mengenali kondisi diri.

Sebagai penutup, digelar Soul Vision Meditation yang dipandu oleh dr. Fransisca Herin AP, M.Biomed (AAM), hipnoterapis klinis dan pendiri Forest Therapy. Meditasi terpandu ini memadukan pendekatan mind–body medicine untuk membawa peserta ke kondisi relaksasi mendalam.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak melepaskan beban emosional yang tersisa sepanjang tahun dan menyusun visi pribadi untuk tahun berikutnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Harmoni Alam dan Jiwa menawarkan pendekatan refleksi akhir tahun yang menggabungkan praktik wellness dengan ruang kontemplasi berbasis alam dan sejarah. Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin menutup tahun dengan cara yang lebih tenang dan sadar, sekaligus membangun kesiapan mental untuk memasuki tahun baru.



