Lokalpress.id, Yogyakarta — Gelaran Otentik The Show #2 berlangsung meriah di Jawir Creative Communal Space, Sabtu (30/11/2025). Acara ini menghadirkan karya dari 18 desainer dan melibatkan 42 model, yang menunjukkan besarnya potensi Jogja dalam industri mode dan kreativitas berbasis komunitas.
Founder OtentikLab, Bayu Lembayung, mengatakan Yogyakarta punya kekuatan di komunitas kreatif yang tumbuh alami. Ia menilai ekosistem ini harus terus dijaga agar memberikan dampak lebih luas.
“Kami ingin memastikan ruang kreatif ini terus hidup dan berkembang. Dengan dukungan dari seluruh elemen, termasuk pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Bayu menambahkan program Muda-Muda-Mudi Kreatif Jogja 2026 membutuhkan dukungan pemerintah agar bisa berjalan maksimal.
Dari pemerintah daerah, dukungan datang dari Iwan Pramana, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY. Ia menyebut acara seperti Otentik The Show penting untuk masuk dalam agenda kreatif kota karena berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Ini bukan cuma peragaan busana, tapi ruang tumbuh bagi pelaku kreatif. Kami terbuka untuk kerja sama lebih lanjut,” kata Iwan.
Sementara itu, Mohammad Sofyan, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, menegaskan Jogja sedang memperkuat branding sebagai Ibukota Festival dan Kota Ekonomi Kreatif. Menurutnya, kolaborasi komunitas kreatif, termasuk anak muda, sangat dibutuhkan untuk mempertegas identitas tersebut.
Sepanjang acara, penonton tampak menikmati setiap tampilan karya. Beberapa pengunjung menilai penyelenggaraan tahun ini terasa lebih matang dibanding gelaran sebelumnya.

Acara ini juga mendapat dukungan dari Forum Komunikasi Duta Keistimewaan DIY. Mereka menilai Otentik The Show sebagai ruang promosi identitas budaya Jogja yang dibungkus dengan pendekatan kreatif.
Otentik The Show #2 menjadi salah satu bukti kuat bahwa ekosistem kreatif Yogyakarta terus berkembang. Dengan dukungan lintas sektor, ajang ini berpotensi menjadi barometer kreativitas anak muda Jogja di tahun-tahun mendatang.
Citizen Jurnalis: Tsaqif Al Adzin Imanulloh



