Srawung dan Berdaya di Pasar Minggu TBEG, Ikon Baru Ruang Publik Yogyakarta

Yogyakarta kembali menegaskan dirinya sebagai kota budaya yang hidup. Lewat Pasar Minggu di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), ruang publik disulap jadi tempat srawung, dagang, hingga pentas seni yang menghidupkan ekonomi dan kebersamaan.

Lokalpress.id, Yogyakarta, 27 Juli 2025 — Di tengah ritme kota yang serba cepat, hadir ruang yang memberi napas baru bagi warga: Pasar Minggu TBEG di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG). Lebih dari sekadar ruang transaksi, pasar ini menjelma menjadi ruang hidup untuk interaksi sosial, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi rakyat.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, didampingi Wakil Wali Kota Wawan Harmawan, secara resmi membuka kegiatan ini yang akan digelar rutin setiap Minggu pagi. Kegiatan ini menyajikan berbagai aktivitas mulai dari senam bersama, pertunjukan seni, layanan cek kesehatan gratis, hingga lebih dari 50 stand UMKM yang menampilkan produk kuliner, kerajinan, fashion, hingga tanaman hias.

Menurut Agus Budi Rachman, Sekjen DPD PUTRI DIY, konsep utama pasar ini adalah “srawung dagang, srawung krida, srawung budaya”. Tiga pilar ini mencerminkan arah baru dalam pengelolaan ruang publik: menghidupkan ekonomi, menjaga kesehatan, dan merawat budaya.

“Ini bukan sekadar tempat belanja. Ini tempat untuk saling mengenal, berbagi gagasan, dan menguatkan solidaritas sosial,” ujarnya.

Pasar Minggu TBEG dirancang sebagai wadah kolaboratif antara pelaku UMKM, seniman, komunitas kesehatan, dan warga. Pendekatan partisipatif ini menjadikan taman kota lebih dari sekadar ruang hijau: ia menjadi ekosistem sosial yang inklusif dan memberdayakan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa taman kota bisa produktif tanpa kehilangan jati dirinya. Ini ruang yang memanusiakan, bukan memisahkan,” tambah Agus.

Dengan memberdayakan komunitas lokal dan memperluas akses pasar bagi UMKM, Pasar Minggu TBEG memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menjaga denyut kebudayaan kota. Inisiatif ini membuktikan bahwa gerakan lokal yang sederhana dapat menciptakan dampak besar dalam membangun kota yang hidup, partisipatif, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Us

Luckily friends do ashamed to do suppose. Tried meant mr smile so. Exquisite behaviour as to middleton perfectly. Chicken no wishing waiting am. Say concerns dwelling graceful.

Services

Most Recent Posts

Company Info

She wholly fat who window extent either formal. Removing welcomed.

Ayo Diskusi Kampanye Kamu

Mau pamer event, bangun brand authority, atau story local success? Tim Lokalpress siap bantu. Klik tombol di bawah untuk ngobrol!

Operated by PT Katalis Narasi Indonesia Mengelola 100+ media online lokal, menyalurkan informasi secara cepat, aman, dan tepat sasaran.

© 2025 LokalPress.id